?

Log in

No account? Create an account

[Fanfic] Black Magic

Black Magic
Saya ga tau ini genre nya apaan, Supernatural?
Aramyu, Yasui Kentaro, Kawashima Noeru, Love-tune, Travis Japan
PG-13
Disclaimer: Ada banyak cerita tentang amnesia di luar sana, saya pengen bikin yang versi Aramyu. Mungkin sedikit mirip dengan beberapa cerita ga tau deh ya klo ada yg sama saya minta maaf bener2 yang ini ide saya murni. Ide cerita didapat saat dengerin Amnesia BGM nya Goblin (dakara rada-rada mirip Goblin juga)
Summary: Kalau Myuto melupakan Aran
PS: Saya saranin baca ini sambil dengerin Ost Goblin yang judulnya Amnesia



Myuto berjalan tergesa di lorong jalan yang sepi, jam nya menunjukkan setengah jam sebelum tengah malam. Ia harusnya mengikuti saran Aran untuk tidak terlalu bekerja keras hari itu, tanpa sadar ia sudah menghabiskan lebih dari setengah hari nya di studio dance untuk persiapan konser Johnnys Jr nanti.
Jalanan di sekitarnya sepi, Myuto terus menajamkan telinga hanya supaya bisa mendengar suara mobil dari kejauhan, atau suara-suara mesin para pekerja yang bekerja lebih larut darinya. Berbelok ke sebuah gang penuh pertokoan yang sudah tutup, biasanya tempat itu ramai di siang hari.
Ada seseorang di ujung jalan, jantung Myuto mulai berdegup kencang, orang itu duduk di balik sebuah meja kecil dan wajahnya tak nampak dari jauh, Myuto hanya berharap orang itu sedang tertidur atau apapun hingga ia hanya harus mengabaikannya.
“Anak muda...” Jarak Myuto dan orang itu masih beberapa langkah, orang yang ternyata seorang wanita tua itu mengangkat wajahnya, Myuto mencoba mengalihkan pandangan
“Liat aku anak muda..” Panggilnya lagi, Myuto mulai gelisah, ia mempercepat langkahnya, dan tiba-tiba berhenti. Wanita itu ada dihadapannya
“Mau ku ramal?” Tanya nya
Myuto memiringkan kepalanya, tak menjawab
“Mau ku ramal?” Tanya wanita itu lagi
“Go..Gomen..” Myuto berseru lirih lalu bergerak ke sebelah kanan, mencoba menghindari wanita aneh itu
“Jangan pergi sebelum menjawab pertanyaanku!” Tiba-tiba wanita itu ada di hadapannya lagi, suaranya mengeras
“Sa..Saya sedang sibuk, ti, tidak ingin diramal” Myuto memegang erat tas nya
“Tidak ingin diramal?! Berani nya kau mengatakan hal itu!!” Wanita itu terlihat marah, Myuto merasa wajahnya menjadi dingin, darahnya mungkin mulai membeku. “Go, gomen” Hanya itu yang bisa Myuto jawab
“Tap!” Tangan Myuto digenggam wanita itu, “Hiiy!” Ia memekik, Myuto merasakan tangan wanita itu, kurus dan menyakitkan “Siapa orang yang paling kau kasihi anak muda?” Tanya nya. Myuto tak menjawab
“Siapa orang yang paling kau kasihi?! Kau cintai?! Selalu kau ingat setiap harinyaaa??!!” Tanya wanita itu lagi, wajahnya mendekat pada wajah Myuto “Ti..Tidak ada...” Jawab Myuto, dia harus segera pergi dari sini
“Tidak ada?! Jangan bohong anak muda! Aku tau jawabannya tapi ku tanya sekali lagi, sebut nama orang itu anak muda, siapa orang yang paling kau kasihi?!”
Myuto menggeleng-gelengkan kepalanya, di otaknya terjadi perdebatan, ia mencoba menahan pikirannya yang mulai menuliskan nama Abe Aran, ia harus menyingkirkan Aran dari pikirannya, setidaknya untuk kali ini, ia takut Aran akan terkena sesuatu yang buruk jika ia memikirkannya
“Tidak mau menjawab?” Tanya wanita itu, Myuto mengatupkan bibirnya rapat-rapat, ia merasakan genggaman tangan wanita itu semakin kuat, anehnya, semakin ia mengatupkan bibirnya, semakin ia ingin menyebutkan nama Aran
“Bertahan Myuto! Cepat kabur dari sini!” Pikirnya kuat-kuat, tiba-tiba wanita itu bertanya lagi “Siapa... Orang yang saat ini ada di pikiranmu anak muda, katakan namanya! Katakan padaku!” Dan ntah darimana asalnya, Myuto merasakan hal yang aneh di wajahnya, lalu nama itu meluncur begitu saja “Aran... Abe Aran...”
Wanita itu tersenyum. Myuto hampir menangis, bagaimana bisa ia mengatakan nama Aran dihadapan wanita aneh ini “Aku tau kau akan memberitahu ku” Bisiknya, lalu menyentuh dahi Myuto. “Ini hukuman dari ku karena kau sudah menolak tawaran ramalan dariku” Myuto berusaha menggerakan tangannya untuk menyingkirkan tangan wanita itu dari dahi nya tapi ia tak dapat bergerak “Abe Aran.. Mulai besok, kau akan lupa pada Aran, kau tidak akan ingat siapa dia dan apapun hubungan yang sudah kau jalani dengan nya. Tidak ada Aran di dunia mu anak muda. Aku tidak perlu maaf darimu, hanya jika ketika kau mengatakan kata maaf pada Aran, kutukan ini akan berakhir, rasakan kegundahan hatimu, kau pantas menerimanya” Ia lalu melepaskan tangannya.


Myuto terbangun keesokan harinya, di kamarnya sendiri, lebih segar dari biasanya, ia melihat jam menunjukkan pukul tujuh, ia bisa bangun cukup pagi walau tadi malam pulang terlalu larut.
“Ohayou..” Ia masuk ke ruangan Travis Japan, setelah tadi malam ia mencoba-coba membuat koreo baru untuk grup ini, hari ini rencana nya ia akan memberitahu hasilnya pada member yang lain
“Ohayou Myu, tadi Aran menelponku karena ia tidak bisa menghubungi mu, katanya latihan Love-tune hari ini dimajukan mulai jam sebelas” Noeru menyapaikan pesan. Myuto mengerutkan alisnya, “Aran?” Tanya nya “Uhm” Noeru hanya mengangguk dan mulai latihan “Ga ada telepon dari Aran tapi aku sudah dapat pesan serupa dari Yasui” Ia lalu menyusul Noeru mulai latihan “Siapa Aran?” Bisiknya
Myuto berpindah dari Travis Japan ke Love-tune, Yasui muncul di depan pintu ketika Myuto baru masuk ruangan “Kenapa elu ga jawab telpon Aran? Anaknya jadi bete tuh” Tudingnya langsung. Myuto bingung, tidak ada satupun telepon dari Aran dan dia merasa asing dengan nama itu “Maaf Yasui-kun, aku baca kok pesanmu, tapi aku ga tau ada telepon dari ehm, Aran. Siapa Aran? Kenapa dia menghubungiku?” Tanya Myuto. Yasui mematung di hadapannya “Ha?!” Ia tertegun bingung. Myuto mengedarkan pandangannya ke sekeliling, lalu menemukan Aran sedang memandangnya dari tempat duduknya, sedang menyeka keringat “Siapa itu?” Bisik Myuto pada Yasui di hadapannya. Yasui berbalik dan melihat Myuto sekali lagi, cukup yakin kalau mata Myuto menuju ke Aran, Yasui malah bertanya “Elu sakit?!”.


Yasui berlari menuju Aran dan menariknya ke Arah Myuto yang sedang membereskan tas nya “Aran! Abe Aran! Pacar lu!” Tunjuk Yasui, Aran pasang muka bingung, tapi juga sedikit kesal. Myuto mematung lalu berbalik menatap Yasui dan Aran “Apa tadi?!” Tanya nya. Kali ini Yasui yang bingung, ia ga ngerti “Elu, kenal anak ini, kan Myuto?!” Desak Yasui. Myuto mengamati Aran lalu menjawab enteng “Engga”
Ruangan itu seketika hening, Yasui tak sadar mulutnya terbuka, member Love-tune lain memandang mereka bertiga.
“Oi serius ini, dia siapa, anak baru? Atau sodara kalian? Johnnys Jr juga?” Myuto menatap teman-temannya.
“Mooooritaaaaa!!!” Yasui habis kesabaran
“Elu kalo becanda jangan belebihan!” Dengan tubuh mini nya, Yasui melompat dan memukul kepala Myuto sekali
“Adow kenapa sih, gue serius ini mana ada becanda, ini siapa?!” Ia menunjuk muka Aran seolah Aran anak baru yang patut di plonco.


Member Love-tune berkumpul, sepertinya ada yang ga beres. Yasui lalu meminta semuanya duduk. “Oke, sekarang gue tanya ke elu, nama sebutkan nama, tanggal lahir, tinggi badan, dan dua grup lu” Myuto bingung, ia yang ingin bertanya siapa anak blonde di sebelah Yasui, malah ia yang balik di tanya “Jawab!” Yasui mendesak “Morita Myuto, lahir 31 Oktober 1995, tinggi 183 cm, member grup Love-tune dan Travis Japan. Kenapa lu nanya gue sih?”. Yasui menghela nafas, anak ini tidak amnesia “Elu kenal siapa gue? Siapa yang ada di sini?” Myuto membenarkan letak duduknya “Yaiyalah, emangnya gue amnesia” Yasui memijat kepalanya “Itu yang gue takutin” Bisiknya. “Kalau gitu sebutin satu persatu nama kita” Myuto menganggukan kepalanya “Yasui-kun, Hagichan, Moro, Gaatuma, Sanapi, dan dia gue ga kenal”
Jreng! Bagai ada yang memainkan alat musik di ruangan itu, semuanya terkejut, Aran berdiri “Myuto-kun...” Ia terlihat marah. “Oi, elu kenal gue?” Myuto mencoba mempertahankan dirinya
“Elu serius ga kenal dia?” Hagichan berbisik, ia jadi agak takut
“Jangan becanda cuy” Shoki ikut-ikutan
“Kalian ini kenapa sih daritadi gue bilang gue ga becanda! Gue nanya daritadi kalian ga jawab, dia ini siapa?!” Ia masih menunjuk-nunjuk Aran. Aran merasakan kakinya lemas, Yasui memintanya duduk
“Myuto, sekarang gue tanya. Ada berapa orang member Love-tune?” Myuto ga habis pikir kenapa ia ditanya-tanya seolah dia hilang ingatan “Ada enam!” Katanya keras
Terdengar ocehan dari member lain “Enam lu bilang?! Tujuh Myu, Tujuh!! Enam kapan-kapan kita enam” Yasui hilang kesabaran “Dan kapan-kapan kita tujuh?! Seingat gue, kita pernah berempat lalu Gatuuma dan Moro masuk lalu kita berenam!”
“Waaa... Ga bisa ini, udah pasti ada yang ga beres ini” Sanapi akhirnya angkat suara
“Siapa gitaris di grup ini?” Tanya nya
“Sanapi” Jawab Myuto
“Cuma gue sendiri?!” Tanya Sanapi lagi
“Ehmm.,. Kadang sama Yasui-kun”
“Kalo gitu siapa vokalis grup ini”
“Ya, Yasui-kun”
Semua terdiam
“Uso deshou...” Bisik Reo
“Ehm.. Myuto, elu ingat berapa member Travis Japan?” Tanya Hagi
“Awalnya delapan, sekarang tinggal tujuh karena Hiroki udah ga ada”
“Bener, Traja emang tujuh sekarang, tapi elu yakin dari awal kalian berdelapan?”
“Iya kok delapan”
“Elu ga lupa seseorang yang dulu pernah patah kakinya?” Tanya Yasui
“Emang pernah ada yang patah kaki?”
Wajah Aran memerah, ia lalu berdiri siap meninggalkan yang lain, Yasui menahannya. Ia lalu memandang member yang lain “Oke, baiklah, cukup, kalo elu emang ga kenal anak ini, biar gue kenalin ke elu ya, namanya Abe Aran, kita manggil dia Aran, dia vokalis dan kadang gitaris di Love-tune, dia juga pernah ada di Travis Japan bareng elu, dia sudah hampir tujuh tahun di Jonis dan sudah hampir empat...” Sebelum Yasui sempat menyelesaikan kalimatnya, Aran memotong nya “Mou ii, udah cukup Yasui-kun” Ia berbalik dan meninggalkan teman-temannya. Yasui berbisik pada Sanapi “Gawat ini, gue mesti kasih tau Noeru juga”


Myuto memainkan bass nya tak jauh dari Hagi dan Reo, meninggalkan Aran berlatih gitar berdua Sanapi, suasana jadi canggung. “Kalo gitu kita coba latihan No Way Out aja” Ajak Hagi, mungkin dengan begitu Myuto bisa ingat pada Aran “No Way Out?” Tanya Myuto
“Jangan bilang lu lupa sama lagunya”
“Bukan lupa, gue ga tau”
Hagi rasanya ingin melempar drum nya ke arah Myuto
“No Way Out Myutoooo, dorama SHARK 2!”
“Emangnya ada dorama SHARK 2?! Bukan SHARK nya Hirano Sho?!”
“Tak!” Hagi yang sudah tak sabar melemparkan stik drum nya ke arah Myuto “Hentikan Myuto! Sadar lu!!” Teriaknya. Member yang lain langsung bangkit, suasana nya jadi ramai
“Myuto-kun, gua rasa elu sakit, ada yang salah dengan lu hari ini”
“Gue yang salah?! Kalian semua yang aneh, kalian melakukan hal-hal yang gue ga ngerti, seolah gue sendiri yang ga tau apapun!”
“Elu bukannya ga tau apapun, elu melupakan hal-hal yang harusnya ada di dalam kehidupan lo!” Tiba-tiba Aran berteriak, Sanapi langsung menenangkan nya
“Kenapa elo jadi ikut-ikutan?! Eh gua ga kenal lo dan ga ada urusan sama lo!” Myuto membalas nya, Yasui menarik erat tangan Myuto sebelum cowo itu maju menantang Aran.
“Kalian kenapa...” Reo berdiri di sebelah Shoki, hampir menangis.


Latihan Love-tune dihentikan lebih awal hari itu, susana udah makin ga enak, Myuto memutuskan pergi minum bersama member Travis Japan, hanya Noeru yang bisa menemaninya


“Gua ga ngerti! Gua seolah dipaksa kenal dengan anak yang namanya Aran itu! Gua ga kenal Noe, ga kenal sama sekali sama dia!” Myuto membanting-banting gelas dihadapannya
Noeru sudah mendapat penjelasan singkat dari Yasui dan Sanapi tentang kondisi Myuto saat ini, walau iya baru bisa menyadari seberapa parah Myuto saat ia berhadapan langsung
“Oke, jadi intinya adalah elu ga kenal Aran dan elu sama sekali ga tau hal-hal yang ada hubungannya dengan Aran?” Tanya Noeru lagi “Dan gua dipaksa buat kenal sama dia, oke, dan anehnya, Yasui nyebut-nyebut soal pacar, gua ingat dia bilang gitu tadi, dan gua ga ngerti apa maksudnya!”
Noeru menggeleng “Elu tadi pagi bilang elu ga ada dapat telepon dari Aran kan?”
“Ga ada Noe, Yasui yang kasih pesan ke gue”
“Oke, boleh gue pinjem hape lo?”
“Kenapa? Lu juga mulai curiga gue aneh?”
“Ya gue harus pastiin dulu” Noeru langsung meraih hape Myuto
Lockscreen hape itu adalah foto Myuto sendiri yang ia ambil di LA beberapa waktu yang lalu, Noeru memeriksa folder foto Myuto, harusnya ada foto Myuto dan Aran disitu. Noeru bolak-balik scroll naik turun, tak ada satupun foto Aran, baik foto Aran sendiri, berdua Myuto, maupun foto-foto dengan Traja dan Love-tune. Noeru memeriksa hape nya sendiri, ia yakin ada beberapa foto miliknya yang sama dengan Myuto, hasil share di grup chat.
Noeru hampir membanting dua hape ditangannya ketika menemukan kalau tak ada satupun foto mereka yang sama, ada foto-foto aneh yang belum pernah ia lihat, anehnya, ada ia di dalam foto-foto itu dan ia bahkan ga ingat pernah kejadian, seolah dunia nya dan dunia Myuto adalah dua dunia yang berbeda.
Noeru mencoba bertahan, ia harus membuktikan hal lainnya, nomer telpon, email, dan nama Aran di chat terakhir Myuto. Noeru tau hasilnya akan buruk, memang tak ada satupun jejak Aran di hape itu, bagaimana mungkin...
“Oke Myu, gua ga akan paksa elu lagi supaya bisa ingat sama Aran, nampaknya dunia kita memang berbeda, gue ga tau elu Myuto yang mana, tapi gua harap Myuto yang gua kenal bisa cepat kembali” Ingin rasanya Noeru berkata seperti itu pada cowo jangkung yang sudah setengah mabuk di sebelahnya, tapi ia tak tega jadi ia bertanya lagi “Kemaren elu pulang jam berapa, elu mampir kemana dulu?”
Myuto mencoba mengingat, sulit mengingat ketika ia sudah agak mabuk “Gua pulang hampir tengah malam, ga ada mampir karena gua udah ngantuk jadi gua langsung pulang”
Noeru memgang dagu nya, ia curiga sesuatu terjadi saat Myuto pulang ke rumah tadi malam.


Sesampai nya di rumah Myuto tak bisa tidur, padahal dalam keadaan setengah mabuk itu ia berharap bisa langsung menutup matanya, tapi ia malah kepikiran hal-hal yang terjadi sepanjang hari ini, kenapa semua orang terlihat aneh? Atau ia yang aneh? Kenapa semua merasa ada yang ga beres padanya, padahal ia yang merasa orang-orang yang terlihat asing, siapa Aran? Siapa cowo blonde itu?


Myuto merasa gusar, ada perasaan aneh dalam hatinya, seolah ingin marah tapi tak tau pada apa dan kenapa ia harus marah. Ada perasaan sakit seolah dia kehilangan sesuatu tapi ia tak tau itu apa. Ia mencoba berpikir positif, mungkin besok ia harus lebih terbuka pada yang lainnya.


Keesokan harinya, dengan pikiran postif yang tidak ingin membuat grup nya menjadi rusak, Myuto menyapa Love-tune dengan hangat “Ohayou” Sapanya. Yasui nampaknya mengerti, dari chat yang ia lakukan dengan Noeru tadi malam nampaknya ia bisa mengerti kondisi Myuto, ia langsung membalas “Ohayou!” Tapi Reo muncul menghancurkan semuanya “Ohayou Myuto-san, sudah kembali seperti semula? Sudah ingat semuanya?” Kepala nya langsung dikeplak Shoki “Ahaha, gomen, kayaknya gue emang ga ingat sama apa yang kalian ingat, tapi gue, akan mencoba mengikuti kalian, konser kan sebentar lagi, kita ga bisa klo ga bareng” Ia mulai membereskan bass nya


“Ohayou” Aran memasuki ruangan, ketus. Ia berbelok langsung membereskan tas nya, tanpa memandang yang lain apalagi Myuto. Myuto menghampiri nya “Ehm, A..bekun, Ohayou” Sapa nya. Aran mengabaikan nya
“Yoroshiku na!” Myuto mengulurkan tangannya “Mungkin gue ga tau elu tapi gue rasa mulai sekarang kita bisa berteman”
Aran berbalik, yang lain memperhatikannya “Yoroshiku” Bisik Aran singkat, tanpa membalas uluran tangan Myuto ia berlalu dan mendekati Sanapi, memintanya untuk mulai latihan.


Myuto mulai belajar lagi beberapa lagu yang menurut teman-temannya seharusnya ia tau, ia belajar membawakan No Way Out, lagu yang vokalnya dilantunkan Aran, menemukan dirinya tampaknya cukup menyukai anak lelaki blonde itu, ia merasa bisa berbaikan dengan nya.
“Yasui-kun, makan bareng yok, gue ada yang pengen diomongin nih” Ajak Myuto pada Yasui, yang langsung melirik ke Arah Aran “Aaa gomen, gue udah ada janji sama yang lain, ga bisa hari ini gomen!”. Myuto memainkan bibirnya “Gitu ya, oke deh”
Hasilnya, hari ini pun Myuto mengajak Noeru makan bareng. Ia sebenarnya ingin bertanya beberapa hal pada Yasui tentang Aran, apakah ia harus bertanya pada Noeru? Ia ga tau apa Noeru kenal baik dengan Aran atau engga.


“Yaiyalah gua kenal! Kita itu, sudah bareng Aran sejak 2012!” Jawab Noeru saat ia dan Myuto sudah sampai di salah satu cafe
“Berarti elu bisa kasih tau gue tentang dia?” Tanya Myuto
“Bisa lah, kenapa? Lu naksir ya?” Goda Noeru
“Gila yang bener aja, ketemu juga baru kemaren!” Balas Myuto cepat
“Lagian mana mungkin gua naksir cowo”
“Ehm? Pppfftt” Noeru menahan tawa nya
“Kenapa?” Tanya Myuto bingung
“Elu kayak yang ga pernah naksir Aran aja” Jawab Noeru lurus
“Ha?!” Myuto kaget
“Oke, gue akan ceritain tentang Aran, dan mungkin ada hubungannya sama elu, tapi lu ga boleh bantah ya, ini versi dunia kami bukan dunia elu”
“Iya iya, dunia apaan sih kayak yang kita beda dunia aja”
Noeru lalu mulai menceritakan tentang Aran, tentang Travis Japan, tentang bagaimana Myuto dan Aran yang makin dekat. Beberapa hal punya kesamaan dengan apa yang Myuto tau, tapi kebanyakan adalah hal yang berbeda. Noeru menceritakan hal-hal yang sama sekali ia tidak tahu pernah terjadi, pemotretan Popolo misalnya. Hingga
“...dan elu pun jadian sama dia, sekitar tiga tahun yang lalu, setelah lu sama dia tidur sekamar...”
“Wait wait, stop disini” Myuto mulai merinding
“Elu serius gue jadian sama Aran?”
“Dan kalian pasangan bahagia selama tiga tahun ini, ga ada masalah serius dan ga ada cerita-cerita galau diantara kalian” Lanjut Noel
“Jadi maksud lo, gue... Homo?” Bisik Myuto
“Ya gue ga perlu memperjelas itu, kan elu udah tidur sama dia”
“Engga mungkin...” Myuto merasa menyesal menanyakan tentang Aran
“Gue harusnya ga tanya ke elu”
“Well, gue rasa elu tanya ke siapapun itu yang bakal diceritain” Noeru mengeluarkan hape nya
“Ini beberapa foto lu dan Aran berdua, gua sengaja minta dari beberapa orang buat kasih lu bukti”
Myuto merasakan panas di kepala nya, ada foto-foto mesra nya dengan Aran di hape Noeru, ia merasa ga percaya bisa sebegitu intim dengan anak blonde yang baru diliatnya kemaren.
“Tapi gue baru tau dia kemaren, hal yang begitu ga terjadi di ingatan gue” Ia menyerahkan hape Noeru kembali
“Dan itulah bedanya dunia kita, itulah yang bikin elu dan kita jadi ga bisa nyatu gini”
“Trus gue mesti gimana...” Myuto mengusap-usap wajahnya
“Gue ga bisa mikir deh gimana sedihnya Aran waktu elu bilang ga ingat sama dia”
“Deshou ne... Tapi kan gue emang ga tau dia”
“Walo gitu gue rasa lu mesti minta maaf sih, supaya lu bisa mulai lagi berteman sama dia, kalo ga lu bakal canggung mulu”
“Ha?! Tapi buat apa gua minta maaf ke dia”


Sementara itu di cafe lain
“Dia bahkan ga minta maaf ke gue Yasui-kun!” Aran sudah marah-marah daritadi, Yasui sudah lelah menenangkannya
“Dia udah lupa sama apa yang selama ini terjadi, gue udah jadi orang asing buat dia, bayangkan, ga bisa dipercaya dia lupain semuanya, atau jangan-jangan dia pura-pura, dia kenapa sih? Bahkan lebih asing daripada saat pertama kita ketemu dulu! Dia bahkan manggil gue Abe-kun, pertama kita ketemu dulu, dia langsung manggil gue Aranchan tau!” Kalimat ini sudah didengar Yasui lebih dari 50 kali
“Pokoknya gue ga akan peduliin dia sampai dia minta maaf”


Keesokan harinya, Myuto makin canggung setelah tau statusnya dengan Aran, dan Aran nampaknya juga ga ada usaha untuk kembali mendekatinya, mungkin terlalu kecewa atau malu.


Myuto bersandar di dinding ruang latihan Traja, menundukkan kepala nya lalu berkata pada Noeru “Apa ga sebaiknya gue minta putus aja ya?”
Noeru tersedak “Ha?! Gila lu! Jangan ah, lu ga kesian sama Aran tiba-tiba diputusin gitu”
Myuto baru selesai menceritakan kecanggungan Love-tune hari ini
“Ya habisnya dia juga kayaknya udah marah banget sama gua, gua ga ngerasa salah tapi dia kayaknya udah ga bisa maafin gua”
“Siapa tau dia Cuma mau nunggu permintaan maaf dari elu, Aran itu anak baik tau”
“Tapi kan gua ga ngerasa salah”
“Tapi elu sudah bikin hati anak orang sakit”
“Trus gimana dong..”
“Elu ilang rasa ya sama Aran?” Noeru balik nanya
“Ya gimana gue baru ketemu dia, dan kita udah berantem gini, gue mana punya perasaan spesial ke dia, apalagi dia cowo”
Noeru kesal sendiri mendengarnya, “Padahal dulu elu selalu mikirin Aran”
“Yaudah, lu minta maaf aja dulu, omongin baik-baik, gue ga tau ya kalo soal putusan, ga mau ikut campur gue” Noeru menyerah.
Myuto merenung, mungkin memang sebaiknya dia minta maaf


Keesokan hari nya, Myuto memberanikan diri mendekati Aran
“Abe-kun” Sapa nya. Aran masih mengabaikannya
“Gue, mau ngobrol sebentar, sebenarnya gue udah ngobrol sama Noeru dan tau tentang hubungan kita, jadi gue...”
“Mau ngajakin putus?” Aran berbalik dan menatap Myuto, matanya memerah, ia sudah bisa menebak
“Maaf!!!” Balas Myuto keras, sambil membungkukan badannya, tiba-tiba Myuto merasakan pandangannya kabur, lalu tubuhnya melemah
‘Bruk!’ Myuto pingsan dihadapan Aran, semua yang diruangan itu kaget, mencoba membangunkan nya, Aran menyentuh Myuto, memanggil-manggil namanya “Myuto-kun! Myuto-kun!!”


Rumah sakit,
Myuto membuka matanya perlahan, di sebelahnya ada Love-tune dan Travis Japan, orang tuanya tak ada di sana. Myuto mencari-cari sosok blonde di antara mereka “Aran...” Bisiknya lirih.
Suasana jadi riuh, nama itu yang pertama disebut Myuto setelah sadar dari pingsan nya, Aran mendekatinya. “Gomen...” Bisiknya lagi.


Beberapa saat kemudian kesadaran Myuto benar-benar kembali, ia sepertinya sudah pulih dan yang lebih melegakan, ia sudah ingat Aran, teman-temannya menceritakan semua yang sudah terjadi beberapa hari ini.
“Hontou gomen! Gue serius juga bingung pas kalian ceritakan kalo gue lupa sama Aran” Ia menggenggam erat tangan Aran
“Jadi selama ini, Myuto yang ini tuh hilang kemana?” Tanya Noeru setengah tertawa
“Ntahlah gue kayak ga ada dimanapun pas sadar gue disini sama kalian”
“Untung Myuto yang ini cepat balik ya” Sambung Hagi
“Hape lu juga udah balik kan?” Tanya Noeru meraih hape Myuto, semua foto dan chat Aran ada di situ
“103 Chat dari Aran dan 10 missed call, baahahah” Semua tertawa
“Jadi sebenarnya apa yang terjadi sih sampe elu bisa lupa sama Aran, aneh tau, ngeri!” Shoki terbahak
Myuto terdiam. Yang lain jadi ga enak
“Mungkin setelah kejadian itu ya” Katanya Myuto pelan
“Kejadian apa?” Tanya Aran
“Gue ketemu wanita aneh tengah malam pas gue pulang latihan” Jawab Myuto
“Sudah kuduga” Bisik Noeru
Myuto lalu menceritakan semua hal yang terjadi tengah malam itu
“Cieeeeeeeeeeeeeeeee” Dan mendapat respon dari teman-temannya, muka Myuto dan Aran memerah.
“Makanya, jangan Aran mulu dipikirin” Toyor Yasui
“Ya gue kan udah nyoba ga mikirin dia” Elak Myuto
“Yeeee” Yasui mendorong kepala Myuto lagi
“Jangan didorong terus dong nanti dia lupa lagi” Aran menepis tangan Yasui
“Cie yang udah ga ngambeeek” Sahut yang lain sambil tertawa

Tinggal Aran yang menemani Myuto di kamar itu
“Harusnya aku minta maaf padamu lebih cepat ya” Myuto bicara pelan
“Uhn, kalo langsung minta maaf pasti ga sempet ngambek” Balas Aran
“Waktu aku mau putusin kamu, kamu gimana Ran?”
“Ya ga mau lah, enak aja minta putus”
Myuto senang
“Lain kali hati-hati, jangan terlalu mikirin pacarnya” Goda Aran
“Ahaha, harusnya waktu itu aku mikirin siapa ya, supaya dia hilang dari ingatanku, habis orang yang paling aku sayang kan Aran” Balas Myuto.
“Cih, padahal kemaren-kemaren bilangnya ga kenal” Aran berdiri
“Eh mau kemana” Tanya Myuto
“Pulang, Myuto-kun juga harus istirahat, itu ortu nya sudah ada di lobi tadi ngurus Myuto-kun bisa pulang hari ini, lusa juga kita ketemu lagi, kalo Myuto-kun ga lupa”
“Udah dong” Myuto manyun
“Ehehe, gomen” Aran lalu mengecup bibir Myuto
“Pulang dulu ya, istirahat yang banyak” Ia lalu tersenyum dan meninggalkan Myuto. Keluar kamar dengan perasaan lega, ga bisa berhenti tersenyum hingga ia berpapasan dengan keluarga Morita di tangga rumah sakit. Meninggalkan Myuto yang masih menyentuh bibirnya “Aitsu, gimana gue bisa hilangin dia dari pikiran kalo diginiin mulu” Myuto ga bisa berhenti tersenyum hingga keluarga nya memasuki kamar.

=TAMAT=



Dou desuka??

Comments

aaah aran nya gemesin. mau nya ini dibikin multi chap biar lbh dramatis.
paling suka bagian ini, “Jangan didorong terus dong nanti dia lupa lagi” Aran menepis tangan Yasui.
/cubit aran/
Waa,, Terimakasih sudah dibaca dan dikomen..

Ehee, iya mestinya emang multichapter ya, saya nya aja yg pemalas bikin cerita panjang-panjang #plak

Syukurlah klo suka sama ceritanya XD
iisshhh Mon napa nyebelin banget disini *dateng2 langsung ngomel www

tp gregetan jg kenapa Aran nya not even try to talk to Myuto.

Noel be like "nampaknya dunia kita memang berbeda" sounds so dramatic. bayangin Noel bilang gini jd kek di sinetron XDD

“Jangan didorong terus dong nanti dia lupa lagi” Aran menepis tangan Yasui (saya suka bgt part ini)

caelaaahh... langsung di belain lagi XDD

maaf telat bacanya, telat komennya. terus berkarya, ka Titah (?) ditunggu ff crossover fandom nya #eh XDD
Lalu saya merenung...

Iya ya, kenapa Ran ga ngomong gitu selesaikan masalah mereka berdua, ckckkck, Ran Ran.. #Lhoh