?

Log in

No account? Create an account

[Fanfic] Klik!


Klik!
Drabble
Aramyu, Shimekai
PG13
Disclaimer: Saya tidak memiliki apapun
Summary: Gembok cinta Aramyu


"Klik!" Ditengah kesunyian malam, terdengar sayup-sayup suara benda disatukan. Dua orang cowo berdiri di atas sebuah jembatan berpagar besi panjang, salah satunya baru saja bangkit dari duduk jongkok di hadapan pagar jembatan itu dan yang lainnya memperhatikan
"Itu apa Ran?" Tanya cowo bertinggi 183 cm pada seseorang disampingnya
"Baca sendiri lah" Orang yang disapa Ran membalas. Maka cowo jangkung itupun memajukan badannya mencoba melihat apa yang baru saja dipasang
Sebuah gembok
Dengan tulisan
"Pluk" Bunyi sebuah benda jatuh ke air sungai di bawah jembatan, Ran baru saja melempar sesuatu
"あらみゅ" Cowo jangkung tadi berbisik membaca apa yang tertulis di gembok, lalu membalik nya "顕嵐❤美勇人"
Ia lalu diam sejenak, mencoba mencerna apa yang baru saja dia baca
Angin dingin di akhir Oktober menerpa dua cowo itu, tengah malam di hari itu, ketika di sisi lain dunia tengah ramai merayakan Halloween, di atas jembatan itu, hanya ada mereka berdua
"E?!" Myuto, cowo 183 cm itu mulai sadar
"Ini kan, yabai Ran! Yabai! Kalau ketahuan orang bisa gawat!" Ia sadar kalau ada seseorang yang membaca tulisan di gembok itu bisa menimbulkan keributan
"Kenapa, ga suka ya" Ran cuek
"Ya, tapikan ini.." Myuto mulai membayangkan bagaimana ributnya orang-orang kalau mereka tau kalau ia dan Ran memang sedang berpacaran
"Ga akan ada yang ngeh" Ran melihat sekeliling, ada ribuan gembok dipasang di sepanjang jembatan itu, gembok yang ia pasang hanya satu diantara gembok-gembok yang saling bertumpuk
"Kunci nya mana?" Tanya Myuto
"Sudah ku lempar ke sungai tadi, katanya sesudah memasang gembok disini, kunci nya harus segera dibuang"
Di antara temaram lampu, wajah Myuto menegang
"Daijobu, kan ga ada orang lain disini. Kalopun ada yang lihat mereka ga akan nyangka kalau aku yang pasang. Kenapa Myuto-kun setakut itu, ga suka ya jalan sama aku?"
Myuto diam, bukan begitu maksudnya, hanya saja...
"Gimana kalau ada yang liat? Gimana kalau sekarang ini ada yang memperhatikan kita sedang memasang sesuatu disini?" Tanya nya gelisah, walau ia tau, hanya ada ia dan Aran di tempat ini.
"Ini Halloween, mana ada orang yang pergi ke tempat macam ini sekarang" Aran mengabaikan Myuto yang masih merasa tidak nyaman, ia mengatupkan tangan dan menutup matanya, berdoa dihadapan gembok yang ia pasang
Myuto hanya memperhatikannya, ia tidak marah, mana bisa dia marah
"Selamat ulang tahun, senpai" Aran tersenyum dan menghadap ke arah Myuto
Myuto tersadar, malam itu adalah hari ulang tahun nya ke duapuluh satu, Aran mengajaknya ke tempat ini
"Un, Terimakasih" Myuto tersenyum, gelisahnya hilang, sebenarnya daritadi ia merasakan hape nya bergetar, pasti sudah banyak pesan yang masuk untuknya, tapi ia diam-diam menunggu ucapan dari Aran
"Tadi... Berdoa apa?" Tanya Myuto
"Untuk Myuto... dan untuk kita..." Jawab Aran sambil memandangi gembok yang ia pasang
Wajah Myuto mulai panas
"Detil nya?" Tanya nya lagi
Aran menengok Myuto
"Ya...Itu...Rahasia" Ia malu
Aran memegang gembok yang ia pasang, mengelus sisi yang bertulisan Aramyu, sudah tiga tahun sejak mereka bersama. Tiba-tiba Myuto merangkulnya dari belakang "Terimakasih karena selalu ada di sisiku" Bisiknya dekat telinga Aran. Aran tersenyum lalu mengangguk. Myuto lalu mencium tengkuk Aran, cowo yang lebih muda dua tahun itu menggerakkan kepalanya sedikit, menahan geli
"Jadi, apa maksudmu meletakkan gembok disini?" Tanya Myuto
Aran terkejut "Myuto-kun ga tau?"
Myuto hanya tersenyum. Aran jadi malu ingin menjelaskan nya, ia paham itu pertanyaan retoris dari pacarnya
"Tadinya aku pikir ga akan ada yang sadar kalau ini aku yang tulis, kalaupun ada yang menemukan dan menyebarkan nya, mereka pasti menganggap ini hanya kerjaan orang iseng" Aran bergumam, kecewa dengan reaksi Myuto
Myuto tersenyum lalu mencium pipi Aran
"Kalau benda ini membuat keributan aku juga ikut bertanggung jawab kok, tenang aja"
"Eh?"
"Jangan pikir aku ga suka sama apa yang Ran bikin, aku suka sekali kok ini" Myuto membuang semua bayangan-bayangan negatif, 'Pikirkan saja apa yang kau lalui sekarang' batinnya
"Aku senang bisa kesini bersama Myuto-kun" Aran kembali ceria
"Terimakasih sudah menculikku ke sini"
"Menculik..." Aran terkekeh
'Chu' Tiba-tiba Myuto mencium Aran, mereka berdua saling merasakan bibirnya bersentuhan
'Clak' Seekor ikan melompat di sungai tepat di bawah kaki mereka, Myuto dan Aran melepaskan ciuman, udara dingin tapi ada rasa hangat menyelimuti tubuh mereka
"Ikou.." Ajak Aran meninggalkan tempat itu
"Tunggu..." Myuto mempererat pelukan, tidak membiarkan Aran lepas darinya
Aran diam
Myuto mengatupkan tangannya dalam pelukan Aran, menutup mata dan berdoa "Aku belum berdoa untuk ulang tahun ku sendiri"
Mereka terdiam sejenak
"Doa apa?" Tanya Aran
"Untuk Aran...dan untuk kita..."
Mereka berdua tertawa ringan
"Ikou..." Ajak Aran sekali lagi
"Mou chotto" Myuto masih tidak mau melepaskan pelukannya, kepalanya ia sandarkan ke pundak kanan Aran
Aran membiarkan nya
"Senpai yang aneh" Bisik Aran
"Kenapa?" Tanya Myuto
"Padahal tadi siapa ya yang khawatir bakal ketahuan orang disini? Tapi lalu siapa yang berciuman disini? Diajak pergi malah ga mau" Bukannya Aran ga senang, tapi ntah kenapa dia jadi merasa geli sendiri
"Kan ga ada orang lain disini" Balas Myuto meniru kalimat Aran
Mereka berciuman lagi, mengabaikan derasnya suara air sungai dan gesekan dedaunan yang tertiup angin
"Sudah cukup?" Tanya Aran sambil mengatupkan bibirnya
"Kenapa sih pengen cepet-cepet pulang?" Tanya Myuto
"Karena masih ada satu kado lagi untuk Myuto" Aran tersenyum jahil
"Waa... Makasih!" Myuto senang, sebenarnya Aran saja sudah cukup jadi kado nya
"Kalau begitu ayo" Aran melangkah cepat
"Kemana?" Tanya Myuto
"Kado nya ada di kamar" Jawab Aran, Myuto memperhatikan wajah pacarnya itu memerah
"Ka? Kamar?!" Tanya Myuto kaget
"Yang Myuto-kun suka ada di kamar" Sambung Aran lagi
"Ee?? Apa? Apa?" Myuto penasaran
Mereka berdua lalu meninggalkan tempat itu, Myuto berjalan disamping Aran dan menggandeng tangannya. Mereka berjalan perlahan menuju satu kamar bersama.

=TAMAT=
OMAKE
Shime gusar, berulangkali ia mencoba menghubungi Myuto tapi tidak berhasil. Padahal malam itu ia sudah bilang kalau Shimekai bakal ngumpul untuk Halloween Party, sekaligus merayakan ulang tahun Myuto tentunya. Bando lingkaran peri yang dipakai nya untuk kostum Halloween bergoyang kesana kemari
Juri yang malam itu sebenarnya sudah janjian sama Myuto untuk ber-futago code, berkostum anak kembar, memenuhi LINE chat nya dan Myuto dengan berbagai kalimat "Elu dimana?!" "Jawab oi!" "Angkat telponnya!" "Pesan gue ga lu baca" "Oi! Mati lu?" "Awas kalo ketemu!"
Yasui menggigit-gigit jari nya, sudah pasti sekarang Myuto sedang bersama Aran, bagaimana cara bilangnya ke yang lain, Myuto padahal sudah janji bakal ngumpul hari ini.
Halloween malam itu harusnya jadi pesta yang meriah untuk mereka semua, seandainya yang punya pesta tidak diculik pacarnya, dimonopoli, dan melupakan hal lainnya.
------------------------------------------------------------------------


Happy Birthday Myuto!
Semoga di usia 21 ini, selalu sehat, ga ada cidera, karirnya makin mulus dan sukses, makin sering dapat kerja bareng Travis Japan dan Aran!

Comments